5 Kesalahan Waktu Memakai Kondisioner yang Bikin Rambut Jadi Rusak

08 December 2018 - Kategori Blog

5 Kesalahan Waktu Memakai Kondisioner – Kondisioner merupakan bagian penting untuk merawat rambut kecuali mengaplikasikan sampo. Kondisioner bisa menciptakan rambut halus, lembut, dan terjaga kelembapannya. Tapi, hati-hati kalau salah menggunakan kondisioner bahkan bikin rambut jadi rusak. Amati 5 kesalahan menggunakan kondisioner yang bikin rambut jadi rusak.

1. Mengaplikasikan kondisioner pada akar rambut, bisa bikin rambut berminyak

Kondisioner berguna untuk menghaluskan dan melembutkan rambut, tapi kenyataannya kondisioner tidak perlu diaplikasikan pada akar rambut atau area kulit kepala. Alasannya karena kulit kepala sudah memproduksi sebum atau minyak alami rambut.

Selain itu, akar rambut adalah bagian tersehat dari batang rambut dan memiliki kerusakan yang lebih sedikit. Untuk itu, tidak perlu mengaplikasikan kondisioner hingga akar rambut, karena malahan bisa bikin kulit kepala berminyak dan rambut jadi terlihat lepek. Sebaiknya, aplikasikan kondisioner pada ujung rambut secara merata, karena bagian tersebut merupakan bagian rambut yang paling kering.

2. Memakai kondisioner terlalu banyak, dapat membuat residu yang tertinggal

Pernahkah kamu berpikir kalau semakin banyak menggunakan kondisioner maka rambut akan semakin halus? Kalau iya, sebaiknya hindari pemikiran tersebut, karena faktanya penggunaan kondisioner harus pas dan tidak boleh terlalu banyak. Memakai kondisioner yang terlalu banyak berisiko membuat rambut menjadi berminyak dan residu yang tertinggal akan menimbulkan masalah rambut yang baru, yaitu ketombe.

Pemakaian kondisioner terlalu sedikit juga tidak akan memberikan hasil yang maksimal, tapi gunakan kondisioner dalam takaran yang tepat. Terpenting adalah kondisioner diaplikasikan secara merata pada area rambut kecuali kulit kepala agar hasil dapat kamu terima dengan baik.

3. Menggunakan produk 2 in 1, bisa jadi kurang efektif

Saat ini sudah banyak produk yang mengklaim sebagai sampo dan kondisioner dalam satu produk, alasannya agar penggunaan lebih efisien dan tidak ribet. Tapi kenyataannya, tidak semua jenis rambut cocok untuk memakai produk 2 in 1 tersebut.

Jika kamu memiliki panjang rambut melebihi dagu dan tergolong rambut kering, penggunaan produk 2 in 1 tidak akan maksimal. Rambut yang kering butuh terhidrasi dengan baik, sehingga kondisioner tetap dibutuhkan untuk hasil yang lebih efektif. Produk 2 in 1 tidak mampu untuk melembutkan dan menghaluskan rambut secara mendalam.

4. Tidak memerhatikan waktu sebelum membilas kondisioner, membuat manfaat kondisioner tidak maksimal

Pada dasarnya, setiap kondisioner sudah diberikan anjuran pada kemasannya berapa lama harus mendiamkan kondisioner sesudah diaplikasikan pada rambut. Terlalu lama mendiamkan kondisioner dapat membuat rambut terasa berat dan berminyak.

Sebaliknya, terlalu cepat membilas rambut akan membuat manfaat dari kondisioner tersebut menjadi tidak maksimal. Idealnya, kamu harus mendiamkan rambut selama dua sampai tiga menit setelah memakai kondisioner, setelah itu baru membilas rambut hingga bersih. Pastikan juga tidak ada sisa kondisioner yang masih menempel pada rambut, ya!

5. Melewatkan deep conditioning, dapat membuat rambut menjadi kering dan rusak

Deep conditioning adalah perawatan rambut yang harus dilakukan paling tidak seminggu sekali jika kamu memiliki rambut yang kering dan rusak. Melewatkan deep conditioning akan membuat rambut menjadi tidak sehat dan bisa bikin rambut menjadi kusam dan ujung rambut bercabang.

Saat itu, banyak produk deep conditioner yang bisa kamu coba dan gunakan produk yang memiliki campuran argan oil, olive oil, dan jojoba oil untuk memperbaiki tekstur rambut dan melembutkan rambut secara mendalam. Sebaiknya lakukan perawatan deep conditioning di akhir pekan karena kita mempunyai waktu luang lebih banyak untuk merawat rambut.

Jadi, tidak bingung lagi kan dalam memakai kondisioner?

 
Chat via Whatsapp